
TNI Angkatan Laut. Rumkital dr. Midiyato Suratani menyelenggarakan kegiatan Refresh Clinic dengan materi “Tatalaksana Tuberkulosis pada Diabetes Melitus”, bertempat di Gedung Cagar Budaya Rumkital dr. Midiyato Suratani, Provinsi Kepri. Rabu (25/03/2026)
Kegiatan ilmiah ini menghadirkan Kabag KUBT Mayor Laut (K) dr. Muhamad Ilfan, Sp.P., FISR., sebagai pemateri. Dalam paparannya, beliau menyampaikan pentingnya pemahaman komprehensif terkait hubungan antara Diabetes Melitus (DM) dan Tuberkulosis (TB), yang keduanya merupakan masalah kesehatan dengan angka kejadian yang cukup tinggi.
Materi yang disampaikan meliputi definisi Diabetes Melitus sebagai penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar glukosa darah di atas normal, klasifikasi serta patofisiologi, hingga tatalaksana DM baik secara non farmakologis melalui pengaturan diet, aktivitas fisik, dan olahraga maupun farmakologis menggunakan obat antidiabetes oral dan insulin. Selain itu, dijelaskan juga mengenai Tuberkulosis sebagai penyakit infeksi kronis menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, termasuk tatalaksana standar pengobatan TB. Pada pasien dengan kombinasi DM dan TB, penanganan menjadi lebih kompleks, sehingga diperlukan pendekatan terapi yang tepat dan terintegrasi.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa terapi antituberkulosis pada pasien DM dengan TB dilakukan melalui dua fase, yaitu fase intensif selama 2 bulan menggunakan empat obat (INH, Rifampisin, Pirazinamid, dan Etambutol), dilanjutkan fase lanjutan selama 4 bulan dengan tiga obat (kecuali pirazinamid). Sementara itu, pada kasus TB resisten obat, diperlukan penilaian menyeluruh terhadap komplikasi DM seperti neuropati, nefropati, dan retinopati guna menentukan pilihan terapi yang tepat serta pemantauan yang optimal.
Adapun tatalaksana antidiabetes pada pasien dengan TB meliputi penggunaan metformin, sulfonilurea, serta insulin terutama pada kondisi hiperglikemia berat atau kasus TB resisten obat. Kegiatan ini juga membahas epidemiologi, etiologi, serta imunopatogenesis hubungan antara DM dan TB, yang menunjukkan adanya interaksi kompleks antara gangguan metabolik dan sistem imun.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, diikuti oleh para dokter umum dan dokter internship yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Melalui kegiatan Refresh Clinic ini, diharapkan para tenaga medis dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensi dalam menangani pasien dengan komorbid Diabetes Melitus dan Tuberkulosis, sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan semakin optimal. (HUMAS MDT)
No Responses