
TNI Angkatan Laut. Rumkital dr. Midiyato Suratani menyelenggarakan kegiatan Refresh Clinic dengan materi bertajuk “Tantangan Diagnosis dan Tatalaksana Infeksi Virus Nipah” yang dilaksanakan di Gedung Cagar Budaya Rumkital dr. Midiyato Suratani, Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Rabu (04/03/2026)
Kegiatan ilmiah ini menghadirkan pemateri Kabag KUBT Mayor Laut (K) dr. Muhamad Ilfan, Sp.P., FISR., yang memaparkan secara komprehensif berbagai aspek terkait infeksi Virus Nipah (NiV), mulai dari pengenalan dasar hingga strategi penatalaksanaan dalam konteks pelayanan kesehatan di Indonesia. Dalam paparannya, Mayor Laut (K) dr. Muhamad Ilfan, Sp.P., FISR., menjelaskan pentingnya mengenal Virus Nipah sebagai penyakit zoonosis mematikan dengan potensi wabah dan angka kematian yang tinggi. Disampaikan bahwa NiV pertama kali ditemukan di Malaysia pada tahun 1998–1999 dan sejak saat itu menjadi perhatian global karena dampak klinisnya yang serius.
Materi yang disampaikan meliputi laporan kasus, epidemiologi infeksi, mekanisme penularan, serta patogenesis Virus Nipah. Dijelaskan bahwa kelelawar buah merupakan reservoir utama virus, dengan penularan dapat terjadi melalui mekanisme spillover dan pada kondisi tertentu dapat berlangsung antarmanusia (human-to-human transmission). Dari sisi klinis, infeksi NiV umumnya bermanifestasi sebagai ensefalitis yang kerap disertai keluhan respiratorik, sehingga diperlukan kewaspadaan klinis yang tinggi dalam proses diagnosis. Pemeriksaan qRT-PCR ditegaskan sebagai kunci diagnosis, meskipun implementasinya menuntut kesiapan jejaring laboratorium, standar biosafety, serta sistem logistik spesimen yang memadai.
Lebih lanjut, pemateri memaparkan prinsip tatalaksana, termasuk penggunaan antivirus dan mekanisme kerjanya terhadap NiV, serta antibodi monoklonal. Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat terapi spesifik yang terbukti kuat secara klinis, sehingga pendekatan utama tetap pada isolasi ketat, penerapan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), tatalaksana suportif optimal, serta penerapan perspektif One Health dalam pengendalian penyakit. Dalam kontekstualisasi di Indonesia, disoroti berbagai tantangan, mulai dari kesiapan fasilitas kesehatan, sistem rujukan, hingga koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kasus infeksi Virus Nipah.
Kegiatan Refresh Clinic berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang diikuti antusias oleh para peserta. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kadep Jangklin Kolonel Laut (K) Mohamad Shofa, A.Md., S.I.Kom., M.Si., Kadep Farmasi Letkol Laut (K) Unsyura D. Budaya, S.Si., Apt., M.Farm., M.Tr.Opsla., para dokter umum, dokter spesialis dan subspesialis, dokter gigi umum dan spesialis, dokter internship, serta perwakilan perawat ruangan dan laboratorium. (HUMAS MDT)
No Responses